Rabu, 16 Juni 2010

Radar alien : off, saya jadi manusia bumi dulu ya....

RUMAH IVA
kontroversial sekali judulnya seperti ruma maida....
tapi ini rumah iva, akhirnya rencana candle light dinner yang tidak pernah terencana sebelumnya tiba-tiba direncanakan oleh alam, mati lampu....!
apa yang terjadi dirumah iva, adalah sebagian pendek dari seluruh film panjang, tapi sebagian pendek itu ibrata satu scene sampingan yang penting, yang jika tidak ada, tidak akan bergairah itu film....

seluruh dunia juga tau, karena ada satelit, dan mereka juga kalau mau ngeh merhatiin kita yang suka bareng bareng ngobrol, tegang, banyakan ngantuknya si....

bagian dari sebuah babak pembelajaran.

sebenarnya apa yang diperbincangkan di rumah iva , gak ngerti jelas dan gak tau pasti , yang menarik adalah kekuatan "cinta" bagi seorang lutfi yang gilasaja bisa datang sekonyong konyong lebih semangat daripada sekedar datang syuro PH, kekuatan "cinta" yang memunculkan seorang ibram dari pencarian "kami" yang begitu haus, (hahaha, ibram jangan geer, biar blognya keliatan romantis) dengan sekonyong konyong pula, dan aura baik yang tiba tiba terpancar dari wajah nafi yang lebih sering terlihat seperti sewajarnya ikhwan, (kaya barusan nemu separuh jiwa yang kemarin kemarin sirna), kekuatan itu pula yang bikin (aku yakin) akh gufron, gak tenang dan cemas dikos saja, (andai dia golongan burung, pasti sudah terbang kerumah iva).

dari kekuatan itu saya belajar, bagaimana pula mereka meluangkan waktu dan bagaimana mereka menyambut seruan persaudaraan itu.

hadeuhhh...tulisannya kok romantis banget ya?

semuanya mendadak kehilangan naman dan makna, artinya semua speechless,

hampir hanya kelihatan, seperti koki koki akhwat memasak, makan malam bersama kemudian tidur atau mendengarkan, menemani mereka berbincang,,,,jadi bener bener merasa ada benernya kalimat "hawa tercipta didunia untuk MENEMANI sang adam", kalimat yang semula saya gak cocok dengan diksi menemani, dan akan lebih pas kalau saling melengkapi, tapi malam itu, kalimat dengan diksi menemani akan lebih tepat,
atau memang benar saling melengkapi, melengkapi dongeng dongeng pengantar tidur.

bukan, bukan karena bosan atau membosankan ceritanya, aku yakin itu semacam sindrom gak bisa berkata-kata, mungkin separo masih ngira itu ngimpi, mungki separo masih syok, atau separo masih dongkol di ejekejek, yang jelas saya bukan separo yang manapun, saya milih menjadi separo yang otaknya agak bebal dan kurangwaras hingga diam saja.

tapi mendengar mereka jadi akur lagi itu sudah lebih dari cukup, apalagi merasakan sensasi dipaksa makan>>>>>>>

3 komentar:

  1. taklimat:baca blognya LARAS

    BalasHapus
  2. wah... bagus...bagus..... udah dibeliin mie ayam tetep aja gak makan....

    BalasHapus
  3. iya itu pakdhe yang satu itu, sepertinya pakdhe perlu memelihara anakonda diperutnya,

    BalasHapus