“
kuliah dimana?” tanyanya. Aku tau ini satu percobaan meringankan pembicaraan.
“
u en ye” jawabku. Dia manggut-manggut, aku hanya diam. Dia diam pula.
Kan, kubilang itu hanya percobaan meringankan
pembicaraan, dia tidak sungguh-sungguh ingin tau aku. Jika sungguh ingin
mengenalku, pertanyaan berlanjut, pada seputaran ambil jurusan apa, dan
bagaimana kuliahku.
“
aktifis? “ glek! Aku sudah suudzon, kukira dia takkan bertanya aku lagi,
ternyata dia justru melanjutkan ke pertanyaan yang lebih dalam.
Aku
menggeleng.
“
bukan? Biasanya orang kaya kamu aktifis, aku sering liat kalau kalian lagi
bareng-bareng itu, apa, aksi ?“, pertama, yang menakjubkan adalah pada kata
aksi, bukan demo. Kedua, identitas ini berarti sudah sangat dikenali ya.

